7

Halo!! Sudah lama sekali aku nggak pernah cerita di blog ini, rindu juga sharing pengalaman di sini :D Supaya blogku nggak berdebu, aku berencana rutin menulis lagi nih, resolusi 2021 hehehe, semoga konsisten, aamiin! Ini dia ceritaku..

Ada satu hal yang sangat menjadi perhatian semua orang di tahun 2020 kemarin, yaitu menjaga imunitas tubuh. Iya kan? Termasuk aku dan keluargaku juga begitu, jadi rutin beli vitamin, minum susu, makan buah dan sebagainya. Ini memang sisi positifnya pandemi, padahal ketika nggak ada pandemi pun, imunitas tubuh harusnya selalu jadi perhatian ekstra ya :D

Di akhir bulan Desember 2020 kemarin, aku mengadakan sebuah training Human Resources Transformation with Neuro Linguistic Programming atau biasa disingkat HRNLP. Training ini adalah program rutin dari Kuncoro Leadership Training & Consulting®, salah satu tempatku menimba ilmu. Acaranya offline di Jakarta Pusat, tetap mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan jumlah peserta. Lokasi training memang cukup jauh dari rumahku di bilangan Bekasi. Biasanya sih, kalau mengadakan training seperti itu, aku tidak akan mencari tempat penginapan, meski jauh, aku tetap akan pulang ke rumah dan esok harinya berangkat lagi ke tempat yang sama. Oh ya, training ini diadakan dua hari, karena materinya memang banyak sekaligus juga sertifikasi. 

Dalam rangka menjaga imunitas tubuh, akhirnya saat itu aku memutuskan untuk mencari tempat menginap, begitu juga dengan para peserta training, mereka pun berpikir hal yang sama. Akhirnya, aku dapatkan lokasi menginap yang jaraknya hanya 2 km dari Co-Working Space tempatku training. Aku sampai cukup malam di penginapan, sekitar jam 9, karena hujan deras dan lokasi Guset House yang memang agak sulit ditemukan. Guest House ini terlihat besar dari luar, ada banyak kamar dan mobil, sepertinya memang sedang banyak yang menginap. Aku mendapat kamar di lantai bawah, sementara para peserta lainnya di lantai atas. Awalnya nggak ada yang aneh, sampai...

Jam 11 malam aku berencana untuk mandi, tapi sayangnya ternyata aku lupa membawa sabun, pergi lah aku keluar kamar untuk membeli sabun. Sebetulnya aku juga nggak yakin masih ada toko yang buka. Aku berjalan menuju resepsionist dan melihat ada seorang lelaki paruh baya dengan banyak tato di tangannya sedang duduk bermain gadget. Melihat aku yang berdiri di sebelahnya karena aku menunggu mas resepsionist yang di awal membantu menunjukkan kamar, lelaki itu melihat ke arahku, lalu aku lihat balik, dengan wajah datar tanpa senyuman. Karena merasa tidak nyaman akhirnya aku pergi dari sana dan berinisiatif keluar Guest House. 

Singkat cerita, aku sudah mendapatkan sabun nih, haha.. itu pukul 23.30 WIB dan aku kembali ke kamar. Rupanya lelaki bertato itu masih ada di tempat yang sama. Aku masuk kamar dan mengunci pintu, lalu aku mandi. Hanya beberapa menit saja, kemudian aku selesai mandi dan merapikan barang bawaanku, tiba-tiba ada seseorang yang seperti mau membuka pintu kamarku. 

Dengan spontan aku sedikit berteriak, "iyaaa.. siapa ya?" sambil tetap fokus merapikan barang-barangku.

Lalu hening, tidak ada jawaban. Selang beberapa detik kemudian aku acuhkan, namun hal yang sama kembali terjadi. Seseorang seperti berusaha membuka gagang pintu kamarku dengan kasar berkali-kali, dan tanpa bersuara sedikitpun. Sontak aku kaget dan perasaan berubah menjadi takut, jantungku berdebar kencang sekali. Awalnya aku ingin kembali berteriak, tapi aku urungkan niat itu. Aku hanya diam, berjalan, dan berdiri persis di depan pintu sambil menunggu kembali. 

Gambar ilustrasi (sumber: unsplash.com)

Ujung mataku melihat ke arah celah jendela yang gordennya belum tertutup rapat, dan seorang laki-laki baru saja berlalu. Dengan hati-hati aku berjalan ke arah jendela itu sambil menutup mulutku, lalu aku menutup gordennya dengan sangat rapat. Oh Tuhan! Aku benar-benar takut saat itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.20 WIB.

Ada beberapa kemungkinan yang aku pikirkan..

1. Mungkin ada pengunjung yang baru datang untuk menginap dan salah masuk kamar

2. Mungkin itu mas resepsionist, tapi seharusnya ia pun mengetuk pintu terlebih dahulu

3. Tadinya aku pikir itu salah satu peserta training yang ada keperluan denganku

Dan terakhir, mungkinkah itu lelaki bertato yang aku lihat sebelumnya? Apakah dia memiliki niat jahat? 

Entahlah, semuanya sangat misterius bahkan sampai detik ini, sampai aku tidak bisa tidur saat itu, tapi akhirnya aku tertidur juga sekitar pukul 03.30 WIB. Syukurlah pagi segera datang, hari sudah cerah. Ketakutanku cukup berkurang. 

Selama aku tidak bisa tidur, aku sibuk browsing di laptopku tentang cara-cara mengatasi bahaya, cara menghadapi orang jahat ketika sendirian, nomor telpon darurat yang bisa dihubungi dan lain sebagainya untuk antisipasi. Aku masih memiliki ilmu beladiri, tapi nampaknya itu saja tidak akan cukup. Apalagi aku sudah lama tidak pernah berlatih, hehe..

Dari pengalaman ini aku menjadi sadar bahwa sebenarnya tidak ada tempat yang benar-benar aman, apalagi ketika diri kita sedang sendirian, terlebih lagi perempuan. Positive thingking memang bagus, namun waspada juga perlu, tidak mengapa mencurigai banyak hal demi keselamatan dan keamanan diri kita. Dengan waspada kita bisa berpikir untuk mencari solusi dan alternatifnya jika saja hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 

Aku jadi ingat ketika dulu sering kuliah lapangan ke gunung dan hutan, aku selalu dilatih oleh kakak seniorku untuk membawa pluit kemanapun pergi, itu menjadi salah satu cara untuk memberikan informasi jika suatu saat kita berada di tengah kesulitan dan membutuhkan bantuan. Kemudian, penting juga untuk menyimpan nomor darurat seperti 112, agar kita bisa menghubunginya ketika terancam bahaya. Dari browsing itu, aku mendapat banyak sekali bekal untuk menjaga diri. Aku ingin bagikan, tapi karena blog kali ini sudah cukup panjang, nanti aku sambung lagi ya! :D

Semoga ceritaku bermanfaat, stay safe! :)

Posting Komentar

  1. Kereen eui..seakan-akan saya ada dalam peristiwa tersebut.. ditunggu karya berikutnya kak..👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, siaap! Terima kasih Nurtang sudah membaca :D

      Hapus
  2. ceritanya membuat sy ikut terlarut di dalamnya..
    Sll ada pelajaran yg bisa diambil dr setiap kejadian y kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah ada hikmahnya, terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  3. Alhamdulillah .. Allah masih melindungi ya kak Saski. Setiap diksi membawa si pembaca larut dalam alur kejadiannya. Kereen ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah banget mbak! Terima kasih yaa mbak :)

      Hapus
  4. Manusia lebih menakutkan dibanding setan...

    BalasHapus

 
Top